Selasa, 21 Januari 2014

Dampak penghapusan penjas sd

Penghapusan mata pelajaran Penjas, Bahasa Inggris dan TIK, di sekolah dasar (SD) oleh kemendikbud karena dianggap hanya membebani siswa saja resmi dimulai tahun ajaran 2013/2014 ini. Penghapusan rencananya akan dilakukan secara bertahap sampai tahun ajaran 2016/2017 mendatang.
Hal itu diungkap oleh kompas.com saat menemui Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto di Jakarta, Selasa (10/12/2013). Taufik mengatakan, tiga mata pelajaran itu akan digeser menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tak lagi menjadi mata pelajaran utama. Dijelaskan juga oleh Taufik, Meski tiga mata pelajaran ini dialihkan menjadi ekstrakurikuler, peserta didik akan tetap disuguhkan pelajaran Bahasa Inggris dalam metode kreatif. Pelajaran itu tidak akan diujikan dalam ujian akhir sekolah. Penilaiannya lebih banyak pada pengasahan emotional quetient (EQ).
Terlepas dari pendapat Taufik tadi, penghapusan 3 mata pelajaran terutama bahasa Inggris ini memang cukup menarik. Pemerintah sejak semula beranggapan belum saatnya anak usia sekolah dasar mempelajari bahasa Inggris sementara pemahaman mereka terhadap bahasa Indonesia saja dianggap kurang. Alasan yang masuk akal. Tapi Masalahnya pemerintah tetap saja memberi ruang bagi sekolah berlabel internasional untuk menggunakan mata pelajaran tersebut sekaligus sebagai bahasa penghantar di sekolah-sekolah orang berduit ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar